Diklat & Uji Kompetensi Kasir

SPEAK YOUR MIND

Puskopdit Bali Artha Guna menyelenggarakan Diklat Kasir pada tanggal 13 dan 14 Maret dilanjut Uji Kompetensi Kasir pada tanggal 15 Maret yang diselenggarakan bersama LSP Nusantara di Ruang Diklat Lt.3 kantor Puskopdit BAG. Acara yang diikuti oleh 30 peserta dari primer anggota ini menghasilkan kasir-kasir yang kompeten untuk menghadapi Asean Economic Community di tahun ini.

1511115_799614320119664_8420486139379782670_n

Kasir dan teller merupakan garis depan Koperasi Kredit. Kepuasan atau kekecewaan dari anggota terhadap pelayanan Kopdit bisa disebabkan oleh kualitas kasir, apa mereka kompeten atau tidak. Selain itu, keahlian kasir juga menentukan minimnya kesalahan-kesalahan yang bisa berujung pada kerugian koperasi kredit. Oleh karena urgensinya maka Diklat dan uji kompetensi ini bertujuan untuk:
• Meningkatkan kualitas Kasir/Teller melalui transformasi pengetahuan dan keterampilan yang didukung sikap kerja yang professional.
• Meningkatkan kinerja Kasir/Teller dalam mengelola Koperasi Kredit (Credit Union) berdasarkan standar kompetensi kerja nasional.
• Menghantarkan peserta diklat mengikuti uji kompetensi untuk menjadi Kasir/Teller Koperasi Kredit (Credit Union) yang bersertifikat kompeten.

Diklat yang berlangsung dua hari ini menampilkan materi PPOM dan Melakukan Komunikasi oleh Manajer Koperasi Wisuda Guna Raharja, Drs. Y. Gede Sutmasa, M.Si; Transaksi Kas dan Non Kas oleh anggota Pengurus Puskopdit BAG, I Putu Artana, S.E., Akt; Dasar-Dasar Manajemen oleh Bagian Internal Koperasi Duta Sejahtera, Agung Cahyono, S.E.; Mengelola Tabungan oleh Bendahara Puskopdit BAG, Ir. A. Wayan Puger; dan Mengoperasikan Komputer oleh, Bagian Diklat Puskopdit BAG, Rio Praditia, S.E.

Dalam sambutan pembukaan, Ketua Pengurus Puskopdit BAG, Drs. F.X. Soenaryo, M.Si, menegaskan bahwa penyelenggaraan diklat kasir Koperasi ini merupakan langkah yang strategis bagi Puskopdit BAG menyiapkan petugas kasir yang terampil dan berkualitas untuk mendukung kemajuan koperasi. Ia mengatakan bisa jadi banyak orang yang ingin menjadi kasir karena berpikir bahwa menjadi kasir adalah pekerjaan mudah. Namun kenyataannya menjadi kasir tidak sesederhana yang dibayangkan karena diperlukan pengetahuan dan kemampuan yang memadai dan berbagai tuntutan.

Setelah menjalankan pendidikan dan pelatihan, para kasir tersebut diikutkan pada Uji Kompetensi yang diselenggarakan di tempat yang sama. Yang khas dari uji kompetensi ini adalah para pelatih dan penguji tidak sama. Para pelatih adalah fasilitator dari lingkup Puskopdit BAG yang telah memiliki sertifikasi dan telah lulus uji kompetensi. Sedangkan para penguji adalah mereka yang memiliki kompetensi sebagai penguji . Adapun penguji berasal dari Surabaya 2 orang dan dari Bali 5 orang, semua dikoordinasi di bawah LSP Nusantara Surabaya. Dari 30 peserta, yang dinyatakan lulus 27 orang, 1 orang lulus percobaan karena masa kerja belum satu tahun dan dua orang ditunda ujiannya karena sakit.

Kualitas sumber daya manusia adalah kunci keberhasilan pembangunan Gerakan Koperasi Kredit Indonesia. Peningkatan kualitas sumber daya manusia terutama insan Kopdit, tercermin pada kompetensi kerja dan profesionalisme tenaga kerjanya. Sesuai dengan pencapaian sasaran tersebut maka kepada para SDM pengelola Koperasi Kredit (Credit Union) perlu dilakukan pembekalan yang fokusnya kepada peningkatan kapasitas pengetahuan, keterampilan dan sikap yang berbasis pada kompetensi.

Hal ini sejalan dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. KEP.133/MEN/III/2007 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Keuangan Sub Sektor Perantara Keuangan Bidang Koperasi Jasa Keuangan, dan Peraturan Menteri Negara Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah No. 19/Per/M.KUKM/XI/2008 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi (BAB II Pasal 11 ayat 10 huruf a,b), maka perlu diadakan upaya peningkatan pemahaman tentang standar kompetensi kepada pengelola Koperasi khususnya Kasir dari unsur KSP/USP Koperasi, Koperasi Kredit dan Koperasi Jasa Keuangan Syariah melalui kegiatan pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi untuk selanjutnya dipersiapkan melakukan uji kompetensi.

By Rio | March 28, 2015 |

Leave a Reply

Your email address will not be published.