Diklat Kompetensi Pengurus Koperasi 2026

Salah satu perangkat penting dalam koperasi adalah Pengurus. Selain dituntut untuk layak dan patut, Pengurus koperasi juga diharapkan kompeten dalam menjalankan tugas, fungsi dan tanggungjawabnya. Atas dasar inilah maka Puskopdit Bali Artha Guna kembali mengadakan “Diklat Kompetensi Pengurus Koperasi” tanggal 30-31 Mei 2026 di Ruang Diklat Lt. III Kantor Puskopdit Bali Artha Guna. Pelatihan ini dihadiri oleh 27 peserta dari 14 koperasi primer anggota. Acara dimulai pukul 08.45 Wita yang diawali dengan doa selanjutnya dibuka secara resmi dengan sambutan oleh Jemi Hermanus Piri selaku Wakil Ketua Pengurus Puskopdit Bali Artha Guna.

Sabtu (30/5) hadir FX. Joniono Rahardjo untuk mengisi sesi pertama mengenai “Melakukan Evaluasi Penerapan Prinsip-Prinsip Organisasi dan Manajemen Koperasi Simpan Pinjam”. Dimulai dengan penjelasan misi KSP meliputi misi ekonomi dan misi sosial dalam hal membangun keberlanjutan. Kemudian koperasi sebagai badan usaha dan badan hukum, prinsip-prinsip organisasi dan hubungan hukum dengan anggota dalam pengelolaan KSP, manajemen KSP hingga tugas dan tanggung jawab Pengurus.

Sesi kedua mengenai “Melakukan Pengendalian Intern” diisi oleh Agatha Saptorini Sri Rahayu. Tujuan dari pengendalian internal adalah agar lembaga bisa mencapai tujuannya dengan cara mendapatkan kesempatan dan keuntungan serta mencegah adanya kerugian. Adapun komponennya meliputi lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian dan pemantauan. Dijelaskan juga prinsip pengendalian internal yang baik yaitu sumber daya manusia yang cakap dan dapat dipercaya serta adanya pemisahan wewenang yang jelas.

Usai jeda, I Nyoman Marsina hadir mengisi sesi ketiga mengenai “Melakukan Kerjasama Antar Koperasi dan Pihak Lain di Bidang Usaha”. Kerjasama koperasi adalah kesepakatan antar dua koperasi atau lebih atau antar koperasi dan badan usaha bukan koperasi yang saling menguntungkan dan saling memberi kontribusi yang sesuai dengan kekuatan dan potensi masing-masing. Adapun keuntungannya meliputi peningkatan kemampuan tawar (bargaining power) mereka terhadap pihak ketiga, menjamin kontinuitas pemasukan bahan baku, biaya dapat ditekan jauh lebih rendah karena dapat beroperasi secara besar-besaran, serta bila kerjasama dilakukan dengan horizontal (antar koperasi yang setingkat), maka akan meningkatan kemampuan bersaing mereka terhadap pihak ketiga.

Sesi keempat mengenai “Menyusun Rencana Strategis” diisi oleh Anthonius Wayan Puger. Pak Puger menerangkan perencanaan strategis adalah suatu proses yang dilakukan oleh suatu organisasi untuk menentukan strategi atau arahan, serta mengambil keputusan untuk mengalokasikan dan memfokuskan energi dan sumber dayanya untuk mencapai tujuan (penjabaran visi dan misi) yang telah ditetapkan bersama. Perumusan rencana strategis meliputi visi, misi, tujuan, nilai-nilai, analisis internal, analisis eksternal hingga strategi. Pak Puger juga membahas sekilas penyusunan rencana strategis berbasis Balanced Score Card.

Keesokan harinya, Minggu (31/5) hadir N. I Nyoman Edy Widiharyanto mengisi sesi kelima mengenai “Melakukan Orientasi Perkoperasian bagi Calon dan Anggota Koperasi”. Pada sesi ini dipaparkan secara rinci mengenai jati diri koperasi, prinsip koperasi dan filosofi dasar berkoperasi. Koperasi dibangun atas dasar komitmen, kebersamaan, gotong royong dan kepentingan ekonomi. Orientasi ini sangat penting diberikan kepada Calon dan Anggota koperasi karena bahwasannya koperasi bersumber dari anggota, oleh anggota dan untuk anggota.

Pak Edy juga mengisi sesi keenam mengenai “Mengelola Modal Sendiri, Modal Penyertaan dan Dana Sumber Lainnya”. Modal sendiri adalah modal yang berasal dari koperasi itu sendiri atau modal yang menanggung resiko. Modal sendiri terdiri atas simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan dan hibah. Dasar kebijakan modal sendiri dapat diatur dalam anggaran dasar, anggaran rumah tangga atau peraturan perusahaan. Disampaikan juga bahwa dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, suatu koperasi dapat memperoleh berbagai sumber permodalan. Selain modal sendiri dan modal pinjaman, koperasi dapat menghimpun dana untuk pengembangan usaha melalui mekanisme modal penyertaan. Namun, yang perlu diperhatikan adalah untuk melaksanakan modal penyertaan harus memenuhi ketentuan yang berlaku.

Maria Yustina Is Wahyuni atau yang akrab disapa Nana mengisi sesi ketujuh mengenai “Mengelola Simpanan Berjangka dan Tabungan Koperasi serta Memasarkan Produk Pinjaman”. Instrumen tabungan atau simpanan yang perlu diketahui adalah jenis-jenis tabungan atau simpanan, perhitungan bunga dan pemotongan pajak atas bunga. Dijelaskan juga contoh perhitungan bunga simpanan, yaitu berdasarkan saldo terendah, saldo harian dan saldo rata-rata. Selanjutnya Mbak Nana menjelaskan strategi pemasaran meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan produk/jasa yang bisa memuaskan kebutuhan konsumen aktual maupun konsumen potensial. Koperasi telah melakukan pemasaran produk baik simpanan maupun pinjaman melalui brosur, sosialisasi hingga memposting produk di media sosial. Untuk dapat bersaing dengan lembaga keuangan, tentu dibutuhkan produk pinjaman unggulan yang kompetitif sesuai dengan kebutuhan anggota.

Paulina Ni Kadek Verdela Christanti selanjutnya mengisi sesi penutup mengenai “Mengevaluasi Rencana Program Kerja & Rencana Anggaran Pendapatan dan Biaya Koperasi”. Mbak Dela menerangkan bahwa Rencana Program Kerja/Rancangan Rencana Kerja merupakan suatu kegiatan, bentuk kegiatan, dan sasaran kegiatan yang ingin dicapai dalam waktu tertentu untuk mencapai tujuan. Pada pemaparannya juga diberikan contoh rencana kerja aspek organisasi, usaha dan permodalan. Selanjutnya, Rencana Anggaran Pendapatan dan Biaya Koperasi (RAPBK) merupakan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh KSP, dinyatakan dalam satuan dan nilai uang, untuk waktu tertentu, dalam hal ini satu tahun. Adapun komponen RAPBK meliputi :

  • Proyeksi/Anggaran Perhitungan Hasil Usaha (Projected Profit and Loss Statement)
  • Proyeksi/Anggaran Neraca (Projected Financial Position/Balanced Sheet)
  • Proyeksi/Anggaran Arus Kas (Projected Cash Flows)

Hingga tak terasa usai semua sesi materi, acara diklat pun ditutup dengan sambutan, doa penutup serta foto bersama.

Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>