Diklat Service Excellent

Keberadaan koperasi kredit di Provinsi Bali sudah semakin marak dan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwasannya terdapat persaingan antar koperasi kredit untuk menjaring anggota masyarakat agar lebih meningkat setiap tahunnya. Hal ini dikarenakan anggota memegang peranan yang sangat penting dalam perkembangan suatu koperasi. Dalam menghadapi persaingan dan tantangan ke depan, salah satu aspek penting yang harus dicermati adalah kualitas dari sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan. Service Excellent (pelayanan prima) akan memberikan kesan positif dan nilai lebih kepada anggota, karena pada dasarnya setiap orang ingin dan senang dihargai sehingga mereka merasakan kenyamanan.

Menyikapi hal tersebut, maka Puskopdit Bali Artha Guna mengadakan “Diklat Service Excellent” tanggal 28 Maret 2026 di Ruang Diklat Lt. III Kantor Puskopdit Bali Artha Guna. Pelatihan ini dihadiri oleh 39 peserta dari 14 koperasi primer anggota. Acara dimulai pukul 08.45 Wita yang diawali dengan doa selanjutnya dibuka secara resmi dengan sambutan oleh Jemi Hermanus Piri selaku Wakil Ketua Pengurus Puskopdit Bali Artha Guna. Adapun hadir narasumber pelatihan ini adalah Ibu Dr. Luh Kadek Budi Martini, SE.,MM. serta didampingi oleh 3 orang Tim Soft Skill Development Centre (SSDC). Beliau merupakan founder Tim SSDC dan juga aktif sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi di Bali.

Penyampaian awal Bu Budi menjelaskan pelayanan prima adalah pelayanan terbaik yang diberikan sesuai standar mutu yang memuaskan dan sesuai harapan atau melebihi harapan. Standar pelayanan merupakan tolok ukur yang digunakan sebagai rujukan mutu pelayanan yang akan diberikan kepada pelanggan atau masyarakat. Pelayanan prima ini penting karena dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, membangun loyalitas pelanggan dan meningkatkan citra merk.

Bu Budi menekankan bahwa pelayanan terbaik meliputi:

  • Pengakuan : Mengenal pelanggan dengan baik, menyebut seseorang sesering mungkin dan memahami keinginan pelanggan.
  • Kecepatan : Cepat dalam memberikan pelayanan, kerjasama antar unit sangat diperlukan.
  • Pemulihan : Perbaikan kesalahan dengan memberikan perhatian dan kompensasi.

Selain itu juga dijelaskan juga pentingnya komunikasi non verbal 97% dari kesan pertama, selanjutnya 3% dari kata-kata. Bu Budi juga mengingatkan kepada peserta agar senantiasa menggunakan “magic word” yaitu tolong, maaf dan terima kasih. Suasana pelatihan ini tampak hidup karena selain menyampaikan teori, Bu Budi juga banyak mempraktikkan contoh pelayanan prima kepada peserta sehingga ilmu ini lebih cepat diterima. Tidak lupa juga diselingi dengan games dan ice breaking, yang tentunya membuat pelatihan begitu menyenangkan. Usai berakhirnya sesi, acara diklat pun ditutup dengan sambutan, foto bersama dan doa penutup.

Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>